1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Piala AFF 2026 Jadi Ujian Awal John Herdman Hentikan Kutukan Runner-up Timnas Indonesia

Piala AFF tetap memiliki posisi istimewa dalam perjalanan Timnas Indonesia, meski turnamen antarnegeri Asia Tenggara tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA. Bagi publik sepak bola nasional, ajang ini bukan sekadar kompetisi regional, melainkan panggung harga diri, legitimasi kekuatan, dan tolok ukur keseriusan pembangunan tim nasional.

Pada Piala AFF 2026, Timnas Indonesia kembali memikul beban sejarah panjang yang belum terhapus. Sejak turnamen ini pertama kali digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger, Indonesia belum pernah sekali pun mengangkat trofi, meski telah enam kali melaju ke partai final. Kini, harapan kembali menggantung di pundak pelatih anyar, John Herdman.

Piala AFF 2026 Jadi Debut Kompetitif John Herdman

Piala AFF 2026 akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Turnamen ini menjadi momen krusial karena sekaligus menandai debut kompetitif John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia sejak ditunjuk oleh PSSI.

Pelatih asal Inggris tersebut datang dengan reputasi besar. Herdman dikenal sebagai sosok yang sukses membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022, sebuah pencapaian bersejarah bagi negara Amerika Utara itu. Pengalaman tersebut membuat ekspektasi publik Indonesia melonjak, terutama terkait kemampuannya membangun mental juara.

Bagi Herdman, Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen pembuka, melainkan ujian awal untuk menunjukkan arah baru Timnas Indonesia di bawah kepemimpinannya.

Tantangan Berat di Grup A

Berdasarkan hasil undian, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang laga play-off antara Timor Leste dan Brunei Darussalam. Grup ini dinilai menyajikan tantangan serius sejak laga pertama.

Vietnam hadir sebagai juara bertahan dengan stabilitas permainan yang konsisten dalam beberapa edisi terakhir. Sementara itu, Singapura dikenal sebagai tim dengan mental turnamen kuat dan pengalaman panjang di level Asia Tenggara.

Bagi Timnas Indonesia, target di Piala AFF 2026 jelas bukan sekadar lolos fase grup. Publik menuntut performa meyakinkan sejak awal, terutama untuk menunjukkan bahwa era baru di bawah John Herdman benar-benar membawa perubahan.

Bayang-bayang Kutukan Runner-up

Tekanan sejarah kembali menjadi narasi utama jelang Piala AFF 2026. Enam kali mencapai final tanpa satu pun gelar menjadi catatan kelam yang terus membayangi setiap generasi Timnas Indonesia.

Kegagalan demi kegagalan di partai puncak membuat Piala AFF selalu hadir dengan beban psikologis tersendiri. Setiap pelatih datang dengan janji perubahan, namun hasil akhir kerap berujung pada kekecewaan.

Kini, publik berharap pengalaman internasional John Herdman mampu mengubah mental bertanding Skuad Garuda, terutama di laga-laga krusial yang selama ini menjadi titik lemah Indonesia.

Isu Pemain Muda dan Komposisi Skuad

Menjelang turnamen, muncul spekulasi mengenai arah kebijakan Herdman dalam menyusun skuad. Isu pemanggilan pemain muda mencuat dan memunculkan perdebatan soal kesiapan mereka menghadapi tekanan Piala AFF.

Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, menilai komposisi Timnas Indonesia kemungkinan besar tetap akan didominasi pemain yang merumput di kompetisi domestik.

“Kalau feeling saya, kebanyakan akan dipanggil pemain-pemain yang bermain di liga domestik. Kayaknya dia sudah ngomong seperti itu juga. Tapi itu tergantung nanti siapa saja yang mau dia panggil. Kalau mau panggil pemain muda, kemungkinan besar untuk timnas U-23,” ujar Binder Singh.

Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan John Herdman dan PSSI, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara regenerasi dan tuntutan prestasi.

Kendala Pemain Abroad dan Jadwal Kompetisi Eropa

Salah satu tantangan utama Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 adalah keterbatasan pemanggilan pemain yang berkarier di luar negeri. Jadwal turnamen dinilai beririsan dengan agenda klub-klub Eropa.

“Karena kalendernya berdekatan dengan Liga Eropa yang akan dimulai. Pada saat itu tim-tim di Eropa sudah masuk masa pramusim. Pasti pemain harus gabung ke sana, kecuali dikasih izin sama klubnya,” jelas Binder Singh.

Situasi ini membuat opsi Herdman semakin terbatas, sekaligus memaksanya memaksimalkan potensi pemain lokal yang tampil reguler di liga domestik.

Piala AFF Tetap Target Wajib Timnas Indonesia

Terlepas dari berbagai kendala, Binder Singh menegaskan bahwa Piala AFF tetap harus menjadi target utama Timnas Indonesia. Menurutnya, kegagalan di level Asia Tenggara justru akan mencoreng citra sepak bola nasional.

“Tapi kalau soal Piala AFF, tetap itu adalah piala yang penting. Walaupun kita punya potensi bersaing di Asia, kenapa kita harus melepas Piala AFF? Karena ini membawa nama negara,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa publik tentu tidak ingin melihat Timnas Indonesia tampil di bawah ekspektasi di kawasan sendiri.

“Apa kita mau lihat Indonesia dibantai di Piala AFF? Kan tidak,” pungkasnya.

Dengan kombinasi tekanan sejarah, tantangan grup berat, dan debut pelatih anyar, Piala AFF 2026 menjadi ujian nyata bagi John Herdman. Turnamen ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga pembuktian bahwa Timnas Indonesia siap mengakhiri kutukan runner-up dan melangkah ke era baru dengan mental juara.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE