1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSIM Pinjamkan Ikhsan Chan ke FC Bekasi City demi Tambah Jam Terbang

PSIM Yogyakarta kembali melakukan langkah strategis pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Kali ini, Laskar Mataram memutuskan untuk meminjamkan salah satu pemain muda mereka, Ikhsan Chan, ke FC Bekasi City. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan pengembangan karier sang winger, terutama dalam hal mendapatkan jam bermain reguler yang selama ini terbatas di skuad PSIM.

PSIM Lepas Tiga Pemain di Paruh Musim

Sejak awal bursa transfer paruh musim, PSIM telah melepas tiga pemain. Sebelumnya, bomber asal Brasil, Rafinha, resmi dilepas ke PSIS Semarang untuk memperkuat lini depan tim Mahesa Jenar. Satu nama lain, Diandra Diaz, juga dipinjamkan ke FC Bekasi City, sehingga langkah meminjamkan Ikhsan Chan bukanlah hal yang mengejutkan.

Manajer PSIM, Razzi Taruna, menegaskan bahwa peminjaman Ikhsan Chan dilakukan untuk kepentingan perkembangan pemain itu sendiri.

“Kami meminjamkan Ikhsan Chan ke salah satu tim di Liga 2 demi menambah jam terbangnya. Ini bagian dari upaya pengembangan, baik dari sisi kemampuan teknis maupun pengalaman bertanding,” ujar Razzi Taruna pada Kamis (8/1/2026).

Menurut Razzi, keputusan ini diambil agar Ikhsan tidak hanya duduk di bangku cadangan tetapi bisa merasakan atmosfer kompetitif yang lebih intens dan mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.

Persaingan Ketat di Sektor Sayap

Salah satu alasan utama peminjaman Ikhsan Chan adalah persaingan yang sangat ketat di sektor sayap PSIM. Laskar Mataram saat ini memiliki beberapa pemain senior dan legiun asing yang mengisi posisi winger, sehingga kesempatan bermain bagi Ikhsan menjadi sangat terbatas.

“Karena posisi Ikhsan adalah winger, saat ini sektor wing PSIM sudah ditempati pemain asing dan beberapa pemain senior lainnya. Kesempatan bermainnya pun terbatas,” jelas Razzi.

Meski kalah bersaing di tim utama, manajemen PSIM tetap menaruh kepercayaan penuh terhadap potensi Ikhsan. Pemain muda ini masih terikat kontrak jangka panjang, dan klub yakin dia bisa menjadi aset berharga di masa depan.

“Kami memiliki kontrak panjang dengan Ikhsan, dan kami percaya dengan potensinya. Suatu saat nanti, dia akan menjadi aset besar bagi PSIM,” tambah Razzi.

Harapan Manajemen untuk Peningkatan Jam Bermain

Sepanjang kompetisi BRI Super League musim ini, Ikhsan Chan baru mencatat dua penampilan, keduanya hanya sebagai pemain pengganti. Total menit bermainnya bahkan hanya lima menit, angka yang sangat minim untuk seorang pemain muda yang sedang berkembang.

Oleh karena itu, peminjaman ke FC Bekasi City diharapkan menjadi wahana pembelajaran sekaligus arena pengembangan bagi Ikhsan. Manajemen PSIM berharap winger berusia 21 tahun ini bisa menambah jam bermain, meningkatkan intensitas latihan dan pertandingan, serta kembali ke Yogyakarta dengan kesiapan lebih matang untuk bersaing di skuad utama.

“Semoga dia mendapatkan menit bermain yang lebih banyak dan pelajaran berharga di FC Bekasi City. Ketika kembali ke PSIM musim depan, dia sudah siap bersaing di tim utama,” kata Razzi.

Strategi PSIM dalam Pengembangan Pemain Muda

Langkah meminjamkan Ikhsan Chan ke FC Bekasi City juga bagian dari strategi jangka panjang PSIM dalam membina pemain muda. Klub ingin memastikan bahwa talenta lokal mendapatkan pengalaman bertanding yang cukup sebelum diberikan kesempatan reguler di tim utama.

“Jadi yang keluar baru Rafinha ke PSIS Semarang, lalu Diandra dipinjamkan ke FC Bekasi City, dan Ikhsan juga ke FC Bekasi City. Ini semua bagian dari strategi kami untuk memberikan pemain muda pengalaman nyata di lapangan,” jelas Razzi.

Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya menjaga keseimbangan skuad PSIM. Dengan mengandalkan pemain senior dan legiun asing di kompetisi paruh musim, sementara pemain muda diberi kesempatan di klub lain, manajemen berharap semua pihak bisa berkembang sesuai potensinya.

FC Bekasi City sebagai Wahana Pengembangan

Bergabungnya Ikhsan Chan ke FC Bekasi City dianggap tepat karena tim tersebut sedang menatap Pegadaian Championship 2025/2026 dengan ambisi bersaing di papan atas. Lingkungan kompetitif di klub baru diharapkan memberikan Ikhsan pengalaman bertanding yang lebih menantang, sekaligus menambah jam bermain yang sebelumnya terbatas di PSIM.

FC Bekasi City juga dikenal memiliki pelatih dan staf yang fokus pada pengembangan pemain muda. Dengan dukungan tim dan jam bermain reguler, Ikhsan diproyeksikan dapat meningkatkan kualitas permainan, pengambilan keputusan di lapangan, serta mental bertanding di level kompetitif.

Masa Depan Ikhsan Chan di PSIM

Manajemen PSIM optimistis bahwa pengalaman yang didapatkan Ikhsan di FC Bekasi City akan membantunya menjadi pemain lebih matang saat kembali ke Yogyakarta. Rencana ini sejalan dengan tujuan jangka panjang PSIM untuk membangun generasi muda berbakat yang mampu memperkuat tim utama dan menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub.

“Kami yakin dengan pengalaman ini, Ikhsan akan kembali lebih siap, lebih matang, dan bisa bersaing untuk masuk ke tim utama PSIM. Ini semua demi masa depannya dan masa depan klub,” pungkas Razzi Taruna.

Dengan langkah strategis ini, PSIM Yogyakarta tidak hanya menjaga kualitas skuad saat ini, tetapi juga memastikan pengembangan pemain muda berjalan maksimal, sehingga klub siap menghadapi tantangan di BRI Super League musim depan.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE