1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSIS Tumbang dari Kendal Tornado FC, Jafri Sastra Soroti Setumpuk Masalah Tim

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra, mengungkapkan berbagai masalah yang masih harus diperbaiki oleh anak asuhnya setelah menelan kekalahan telak dari Kendal Tornado FC pada pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025/2026. Kekalahan ini menjadi alarm bagi Mahesa Jenar yang kini harus segera membenahi performa di sisa musim.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (30/1/2026), PSIS harus mengakui keunggulan tim tamu setelah dibantai tiga gol tanpa balas. Kekalahan ini membuat kecewa tidak hanya pelatih, tetapi juga seluruh pendukung yang hadir mendukung di tribun.

Jafri Sastra menilai hasil ini seperti mengulang kegagalan pada pekan ke-16 lalu, saat Mahesa Jenar tumbang dengan skor identik ketika menjamu Deltras FC. Pelatih berusia 60 tahun ini menegaskan bahwa kerja keras semata tidak cukup tanpa perbaikan menyeluruh di berbagai aspek permainan.

“Laga ini kami sudah berusaha maksimal dan punya keinginan kuat untuk menang. Namun, hasil akhirnya sangat mengecewakan dan tidak sesuai harapan kami,” ujar Jafri Sastra.

Catatan Buruk PSIS Semarang Harus Segera Diperbaiki

Jafri Sastra merinci sejumlah masalah yang menjadi pekerjaan rumah Mahesa Jenar. Yang pertama adalah catatan kebobolan yang sangat mengkhawatirkan. Dua kekalahan dengan skor 0-3 saat melawan Kendal Tornado FC dan Deltras FC menjadi peringatan keras bagi tim.

Selain itu, produktivitas gol PSIS masih sangat rendah. Dalam tiga pertandingan terakhir, tim hanya mampu mencetak satu gol, dan gol tersebut lahir dari skema bola mati, bukan dari permainan terbuka.

“Pada tiga laga terakhir, dua di antaranya kami kebobolan enam gol. Sedangkan satu laga lainnya kami menang, tetapi gol yang dicetak bukan hasil open play,” ungkap Jafri.

Pelatih asal Padang, Sumatra Barat, itu menekankan bahwa setiap pertandingan menjadi evaluasi penting. Dari chemistry antar pemain, fisik, finishing, hingga pertahanan, semua aspek harus dibenahi secara menyeluruh agar PSIS kembali kompetitif.

“Setiap selesai bertanding, kami selalu mengevaluasi kekurangan. Itu termasuk masalah chemistry, fisik, finishing, dan pertahanan. Semua ini menjadi fokus perbaikan kami,” tambahnya.

Masalah Lain: Semangat dan Disiplin Bermain

Selain masalah teknis, Jafri Sastra menyoroti semangat bertanding para pemain yang masih belum optimal. Catatan kartu merah pada dua laga terakhir juga menjadi sorotan serius.

Saat menghadapi Persela Lamongan, PSIS harus bermain dengan 10 pemain karena Safna Delpi diusir wasit akibat menerima dua kartu kuning pada menit ke-31. Pada laga terakhir, Denilson Rodrigues juga mendapatkan kartu merah pada menit ke-41 karena alasan serupa.

“Hal-hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berulang. Pada laga lawan Kendal Tornado FC, kondisi kami masih sama seperti saat kalah dari Deltras. Pemain seolah kurang darah di lapangan,” cetus Jafri.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menambahkan, lawan pun dengan mudah mengendalikan permainan akibat disiplin timnya yang buruk. “Mendapatkan kartu merah di awal laga tentu sangat merugikan, apalagi dalam dua pertandingan terakhir. Hal ini harus menjadi perhatian serius,” tegas mantan pelatih Mitra Kukar tersebut.

Pemain Siap Bangkit di Putaran Ketiga

Meski hasil pertandingan menyakitkan, semangat pemain PSIS tetap terjaga. Gustur Cahyo Putro, salah satu pemain tim, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter dan berjanji tim akan segera bangkit di putaran ketiga.

“Kami meminta maaf kepada seluruh fans PSIS Semarang. Kami belum bisa meraih tiga poin, tapi kami bertekad untuk bangkit. Pada sisa pertandingan putaran ketiga, kami wajib meraih kemenangan,” ujar Gustur.

Para pemain menegaskan komitmen untuk bekerja lebih keras, memperbaiki kesalahan, dan menaikkan performa di lapangan. Fokus mereka kini tertuju pada peningkatan disiplin, efektivitas serangan, serta soliditas pertahanan.

Posisi PSIS Semarang di Klasemen Masih Membahayakan

Dengan hasil kekalahan ini, PSIS Semarang belum keluar dari zona merah klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026. Mahesa Jenar berada di peringkat ke-9 dengan koleksi 11 poin dari 18 pertandingan, yang menunjukkan perlunya perbaikan segera agar terhindar dari ancaman degradasi.

Pelatih Jafri Sastra menegaskan bahwa semua pihak di tim harus bekerja lebih keras, mulai dari pelatih, staf, hingga pemain. Ia percaya bahwa evaluasi menyeluruh dan disiplin latihan yang tinggi menjadi kunci untuk bangkit.

Harapan Pemulihan dan Strategi ke Depan

PSIS Semarang kini fokus pada evaluasi dan latihan intensif untuk memperbaiki semua aspek permainan. Mulai dari skema serangan, koordinasi lini tengah, hingga pertahanan, semuanya menjadi prioritas.

Jafri Sastra menekankan pentingnya mental juara agar Mahesa Jenar bisa menghadapi sisa putaran ketiga dengan percaya diri. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan suporter, PSIS diyakini mampu kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi klasemen.

“Evaluasi terus dilakukan dan semangat juang harus tetap tinggi. Kami yakin Mahesa Jenar bisa bangkit, tapi semua membutuhkan kerja keras bersama,” tutup Jafri.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE