Keputusan PSSI mengontrak John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan skema dua plus dua tahun akhirnya mendapat penjelasan resmi dari internal federasi. Skema kontrak ini dinilai bukan sekadar teknis, melainkan bagian dari strategi jangka menengah PSSI agar kesinambungan Timnas tetap terjaga tanpa membebani kepengurusan berikutnya.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menjelaskan secara rinci alasan di balik durasi kontrak tersebut, sekaligus menegaskan bahwa federasi belajar dari pengalaman sebelumnya dalam menentukan arah kebijakan pelatih nasional.
Skema Kontrak 2+2 Tahun untuk John Herdman
Arya Sinulingga mengungkapkan bahwa kontrak John Herdman disepakati dengan durasi dua tahun awal, disertai opsi perpanjangan dua tahun berikutnya. Opsi tambahan itu hanya akan diaktifkan apabila target-target yang telah ditetapkan PSSI dapat dicapai oleh pelatih asal Kanada tersebut.
“Kontraknya dua plus dua tahun. Jadi kalau dalam dua tahun itu oke, kita lanjutkan dua tahun berikutnya,” ujar Arya dalam keterangannya kepada awak media.
Dengan skema ini, Herdman pada dasarnya mendapatkan kepercayaan awal untuk membangun fondasi Timnas Indonesia, namun tetap berada dalam sistem evaluasi yang ketat. PSSI tidak ingin terjebak pada kontrak panjang tanpa tolok ukur yang jelas, terutama mengingat agenda besar Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Penyesuaian dengan Masa Kepengurusan PSSI
Arya menjelaskan bahwa salah satu alasan utama penggunaan skema dua plus dua tahun adalah untuk menyesuaikan dengan sisa masa kepengurusan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang akan berakhir pada 2027. Federasi ingin memastikan bahwa kontrak pelatih tidak menjadi “warisan masalah” bagi pengurus PSSI periode berikutnya.
“Seperti yang sering kami sampaikan, Pak Erick itu inginnya pada saat beliau selesai menjabat, pengurus berikutnya jangan ada beban,” kata Arya.
Menurutnya, masa dua tahun pertama Herdman akan berjalan hampir bersamaan dengan akhir kepengurusan Erick Thohir. Dengan demikian, evaluasi besar bisa dilakukan sebelum periode kepengurusan baru dimulai.
“Iya kan, ini plus dua tahun kan kami hitung kemarin lebih enam bulan,” tambah Arya, menegaskan bahwa durasi tersebut sudah melalui perhitungan matang.
Pembelajaran dari Era Patrick Kluivert
Skema kontrak John Herdman juga tidak lepas dari pengalaman PSSI sebelumnya saat menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Kluivert hanya menangani skuad Garuda dalam waktu singkat, dari Januari hingga Oktober 2025, sebelum akhirnya kontraknya dihentikan lebih cepat.
PSSI memutus kerja sama dengan Kluivert dan tim kepelatihannya setelah Timnas Indonesia gagal melangkah lebih jauh di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Situasi tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi federasi dalam merancang kontrak pelatih berikutnya.
Dengan Herdman, PSSI ingin memberikan waktu yang cukup untuk membangun tim, tetapi tetap menjaga fleksibilitas jika hasil yang diharapkan tidak tercapai.
Tidak Membebani Kepengurusan PSSI Berikutnya
Salah satu poin krusial dari kontrak Herdman adalah memberikan kebebasan penuh kepada kepengurusan PSSI periode 2027–2031. Jika opsi perpanjangan dua tahun belum diaktifkan, maka pengurus baru tidak terikat kewajiban untuk mempertahankan Herdman.
“Tapi nanti kalau pengurus berikutnya, apakah dia mau lanjut atau tidak lanjut, dia tidak di situ. Silakan pilih,” jelas Arya.
Dengan kata lain, Herdman tidak “dikunci” secara otomatis hingga 2029. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pengurus baru, berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan Timnas Indonesia ke depan.
Fokus pada Target dan Pembangunan Timnas
PSSI menegaskan bahwa kontrak dua plus dua tahun ini berbasis target. Herdman dituntut menunjukkan progres nyata, baik dari sisi hasil pertandingan, peningkatan kualitas permainan, maupun pembinaan pemain jangka menengah.
Federasi berharap pendekatan ini menciptakan keseimbangan antara stabilitas dan akuntabilitas. Herdman memiliki ruang untuk bekerja dan menerapkan filosofi kepelatihannya, namun tetap berada dalam pengawasan dan evaluasi berkala.
Langkah Strategis PSSI Menuju Masa Depan
Skema kontrak John Herdman mencerminkan pendekatan baru PSSI yang lebih terstruktur dan realistis. Tidak hanya berorientasi pada nama besar, tetapi juga pada sistem, target, dan kesinambungan organisasi.
Dengan memastikan kepengurusan berikutnya tidak terbebani kontrak jangka panjang, PSSI ingin menjaga fleksibilitas dalam mengambil keputusan strategis. Di sisi lain, Timnas Indonesia tetap mendapatkan kepastian arah dalam dua tahun ke depan.
Kini, publik sepak bola Indonesia menantikan bagaimana John Herdman menjawab kepercayaan tersebut di atas lapangan. Kontrak sudah disepakati, target telah ditetapkan, dan ekspektasi tinggi mengiringi langkah pelatih baru Timnas Indonesia menuju era berikutnya.
BACA JUGA :












