1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP Resep Marcos Reina : Mental Baja Antar Persik Gagalkan Kemenangan Persib

Posisi di papan klasemen kembali terbukti bukan jaminan mutlak dalam persaingan ketat BRI Super League 2025/2026. Hal itu tercermin jelas dalam laga pekan ke-16 antara Persik Kediri vs Persib Bandung yang digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Senin (5/1/2026) malam.

Meski datang dengan status tim papan tengah dan menempati peringkat ke-12 klasemen sementara, Persik mampu tampil dominan dan merepotkan Persib Bandung yang sebelumnya berstatus pemuncak klasemen. Laga berakhir imbang 1-1, hasil yang terasa seperti kemenangan moral bagi Macan Putih dan menjadi pukulan tersendiri bagi Maung Bandung.

Secara statistik, Persik bahkan mencatatkan penguasaan bola lebih baik dan mampu mengendalikan tempo permainan dalam banyak fase. Hal ini cukup mengejutkan mengingat kualitas materi pemain Persib dinilai jauh lebih mahal dan berpengalaman. Namun di atas lapangan, perbedaan itu nyaris tak terlihat.

Pelatih Persik, Marcos Reina, pun mengungkap rahasia di balik performa impresif timnya. Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa ada beberapa faktor krusial yang membuat Persik mampu menggagalkan kemenangan Persib yang sudah di depan mata.

Mental Kuat Jadi Fondasi Utama Persik

Menurut Marcos Reina, kunci utama keberhasilan Persik menahan Persib adalah mentalitas pemain. Ia menyebut bahwa menghadapi tim besar seperti Persib tidak cukup hanya mengandalkan taktik dan teknik, tetapi juga membutuhkan mental yang sangat kuat.

“Melawan tim papan atas seperti Persib, Anda harus memiliki mental yang tangguh. Mentalitas ini adalah modal utama untuk menghadapi siapa pun,” ujar Reina.

Ia menjelaskan bahwa sejak ditunjuk menggantikan Ong Kim Swee, fokus utamanya adalah membangun karakter dan mental bertanding para pemain. Proses tersebut kini mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.

“Pertandingan melawan Persib adalah proses yang sangat bagus untuk membangun mentalitas tim. Saya puas karena para pemain mampu mengendalikan permainan melawan salah satu tim terbaik di liga. Bahkan, kami punya peluang besar untuk menang,” lanjutnya.

Mental kuat membuat pemain Persik tidak panik meski sempat tertinggal lebih dulu. Mereka tetap disiplin, percaya diri, dan berani mengambil inisiatif hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit-menit akhir.

Tidak Mau Didikte, Persik Bermain Sesuai Rencana

Kepercayaan diri tinggi menjadi efek langsung dari mental yang kuat. Marcos Reina menilai hal tersebut membuat para pemainnya tidak merasa inferior saat berhadapan dengan Persib, meski lawan diperkuat banyak pemain bintang.

“Jika setiap pemain punya mental yang bagus, dampaknya sangat besar bagi permainan tim. Kami bisa bermain sesuai rencana dan tidak didikte oleh lawan,” tegas Reina.

Ia bahkan menyebut bahwa secara permainan, Persik memiliki peluang nyata untuk memenangkan pertandingan. Peluang penalti yang sempat dianulir wasit juga menjadi salah satu momen krusial yang menurutnya bisa mengubah hasil laga.

“Perasaan saya, Persik bisa mengalahkan Persib. Itu hampir terjadi jika penalti tidak dianulir,” ungkapnya.

Reina optimistis mentalitas seperti ini akan menjadi modal penting Persik di putaran kedua kompetisi. Ia percaya timnya bisa tampil lebih konsisten dan bersaing dengan siapa pun.

“Mental ini akan menjadi pendorong semangat kami. Kami mulai percaya bahwa Persik adalah tim yang hebat. Kami yakin bisa mengalahkan siapa saja,” katanya.

Saling Percaya, Kekuatan Kolektif Macan Putih

Selain mental dan kepercayaan diri, Marcos Reina juga menekankan pentingnya solidaritas dan dukungan antarpemain. Menurutnya, membangun tim bukan hanya soal memilih pemain terbaik, tetapi juga menciptakan rasa saling percaya di dalam skuad.

“Membangun tim itu seperti menyusun puzzle. Jika satu bagian tidak tepat, maka gambar tidak akan terbentuk sempurna,” jelasnya.

Reina mengaku puas karena setiap pemain mampu berkontribusi sesuai perannya masing-masing. Siapa pun yang dimainkan, tim tetap tampil solid karena seluruh pemain saling mendukung.

Salah satu contoh nyata adalah Muhammad Firly, pemain pinjaman dari Barito Putera. Di era kepelatihan sebelumnya, Firly minim menit bermain. Namun di bawah asuhan Marcos Reina, ia mendapat kepercayaan dalam tiga laga terakhir dan tampil impresif.

“Saya sangat senang dengan Firly. Dia pemain yang rendah hati, pemain yang bagus, dan bek yang bagus,” puji Reina.

Puncaknya, Firly berhasil mencetak gol penting yang menyelamatkan Persik dari kekalahan. Gol tersebut bukan hanya krusial secara hasil, tetapi juga simbol kepercayaan pelatih terhadap pemainnya.

“Saya semakin puas karena dia mencetak gol. Firly pantas mendapatkannya. Tim ini pantas mendapatkannya. Semua pemain percaya dan mendukung Firly,” pungkas Reina.

Persik Kirim Pesan ke Papan Atas

Hasil imbang melawan Persib menjadi sinyal kuat bahwa Persik bukan lagi tim yang mudah dikalahkan. Dengan mental kuat, permainan berani, dan kekompakan tim, Macan Putih menunjukkan bahwa posisi klasemen tidak mencerminkan kualitas sebenarnya.

Persik kini menatap laga berikutnya dengan penuh optimisme, termasuk duel berat melawan Arema FC. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan mentalitas seperti saat melawan Persib, Persik berpotensi menjadi kuda hitam yang mengganggu peta persaingan di BRI Super League 2025/2026.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE