Ajax Amsterdam membuat kejutan besar dengan merekrut Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia, dari FC Dallas pada jendela transfer Januari 2026. Paes dikontrak selama tiga setengah tahun, sebagai bagian dari strategi klub untuk memperkuat posisi penjaga gawang sekaligus investasi jangka panjang di Johan Cruyff ArenA.
Berdasarkan laporan media Belanda sepanjang Rabu (28/1/2026), Paes akan segera menandatangani kontrak yang mengikatnya hingga pertengahan 2029. Untuk merekrutnya, Ajax dikabarkan mengeluarkan dana sekitar 1,2 juta euro atau setara Rp24 miliar, memenangkan persaingan dengan Feyenoord yang sebelumnya sempat menunjukkan minat.
Kedatangan Paes dipandang sebagai langkah strategis menghadapi situasi krisis di posisi penjaga gawang Ajax. Saat ini, klub memiliki empat sosok kiper dengan latar belakang dan pengalaman yang sangat berbeda.
Krisis di Posisi Penjaga Gawang Ajax
Ajax saat ini mengandalkan Vitezslav Jaros, kiper pinjaman asal Republik Ceska. Namun, ia dipastikan akan kembali ke Liverpool di akhir musim karena statusnya memang pinjaman. Kiper senior Remko Pasveer, yang berusia 42 tahun, juga berada di ujung kontrak dan kemungkinan besar akan meninggalkan Ajax ke Heracles Almelo dalam upaya menjaga klub tersebut dari ancaman degradasi.
Selain itu, ada dua kiper muda lain yang baru merintis karier profesional, yakni Joeri Heerkens (19 tahun, keturunan Belanda-Republik Ceska) dan Paul Reverson (20 tahun, hasil promosi dari Ajax U-21). Kedua pemain ini jelas masih minim pengalaman, terutama di level kompetisi tinggi Eredivisie maupun Liga Champions.
Kondisi ini yang membuat manajemen Ajax yakin mendatangkan Maarten Paes adalah keputusan tepat. Dengan pengalaman di klub-klub Eropa dan Timnas Indonesia, Paes dianggap mampu menambah kedalaman serta stabilitas di lini pertahanan.
Ancaman Kedatangan Kiper Senior Italia
Meskipun Paes datang, Ajax tampaknya belum puas dan dikabarkan masih membidik kiper senior lain, Nicola Leali, yang saat ini bermain untuk Genoa di Serie A. Leali berusia 32 tahun, dengan pengalaman panjang memperkuat klub-klub ternama seperti Juventus, Olympiakos, dan Ascoli.
Kontrak Leali dengan Genoa berakhir Juni 2026, sehingga Ajax berpotensi mendatangkannya secara gratis. Nilai pasarnya saat ini diperkirakan sekitar Rp26 miliar, hampir setara dengan biaya yang dikeluarkan untuk Paes. Kehadiran Leali diprediksi akan membuat persaingan di posisi kiper menjadi lebih ketat.
Maarten Paes Diproyeksikan Sebagai Pilihan Kedua
Menurut jurnalis ESPN Belanda, Cristian Willaert, Maarten Paes kemungkinan besar tidak akan langsung menjadi kiper utama Ajax. Klub Ibu Kota Belanda ini diprediksi akan tetap mencari satu kiper berpengalaman lagi yang akan menjadi pilihan utama.
“Saya rasa dia tidak akan menjadi kiper nomor satu Ajax. Mereka akan melihatnya sebagai pilihan kedua yang berpengalaman, di belakang kiper pilihan utama baru yang masih perlu didapatkan,” ujar Willaert.
Kedatangan Paes lebih dipandang sebagai solusi jangka menengah untuk memperkuat kedalaman skuad, sementara kiper utama baru—yang mungkin adalah Leali—akan menjadi andalan di pertandingan-pertandingan penting.
Peluang dan Tantangan bagi Paes
Meski statusnya bukan pilihan utama, kedatangan Paes tetap menjadi kabar positif bagi Ajax dan penggemar sepak bola Indonesia. Paes memiliki pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia, serta kompetisi di FC Dallas yang memberinya jam terbang tinggi di level klub.
Selain itu, Paes juga dianggap memiliki karakter profesional yang matang, mental kuat, dan adaptabilitas yang baik untuk bermain di liga top Eropa. Dengan usia 27 tahun, ia berada pada puncak performa fisik, sehingga dapat bersaing dengan kiper lain dan siap tampil kapan pun dibutuhkan.
Namun, tantangan terbesar Paes adalah membuktikan diri di bawah tekanan klub besar seperti Ajax, di mana ekspektasi tinggi selalu hadir, terutama dalam pertandingan domestik maupun Eropa. Persaingan dengan kiper berpengalaman seperti Leali juga menjadi ujian nyata bagi kemampuan dan konsistensinya.
Strategi Ajax Memperkuat Posisi Kiper
Langkah mendatangkan Paes sekaligus menargetkan Leali menunjukkan strategi Ajax yang cermat. Klub tidak ingin tergantung pada kiper muda atau pinjaman semata, tetapi membangun fondasi jangka panjang dengan kombinasi pengalaman dan potensi.
Dengan kedalaman skuad yang lebih baik, Ajax berharap dapat menghadapi sisa musim Eredivisie dan kompetisi Eropa dengan lebih tenang. Paes menjadi bagian dari rencana tersebut, baik sebagai pemain cadangan berkualitas maupun sebagai mentor bagi kiper muda di skuad.
BACA JUGA :












