1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Timnas Indonesia Diingatkan Waspadai Kamboja di Piala AFF 2026

Ambisi Timnas Indonesia untuk merebut gelar juara Piala AFF 2026 mendapat peringatan keras dari para pengamat sepak bola nasional. Skuad Garuda diminta untuk tidak jemawa dan memandang remeh lawan mana pun, termasuk Kamboja, yang akan menjadi lawan pertama pada laga pembuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Turnamen antarnegeri Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Timnas Indonesia yang kini dilatih John Herdman tergabung di Grup A bersama Kamboja, Singapura, juara bertahan Vietnam, serta pemenang laga play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Laga Perdana Jadi Kunci

Sesuai jadwal, Indonesia akan membuka perjuangan pada 27 Juli 2026 dengan menghadapi Kamboja di hadapan pendukung sendiri. Di atas kertas, Tim Garuda jelas lebih diunggulkan. Namun, pengamat menekankan bahwa hasil di lapangan bisa berbeda dengan prediksi.

Kamboja dinilai berpotensi memberi kejutan, terlebih dengan kehadiran beberapa pemain naturalisasi yang memperkuat kualitas tim mereka. Situasi ini membuat Timnas Indonesia harus tampil fokus sejak menit pertama dan menjaga konsentrasi penuh.

Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menegaskan, status unggulan bukanlah jaminan kemenangan. Semua peserta Piala AFF datang dengan motivasi tinggi, termasuk untuk menjungkalkan Timnas Indonesia.

“Semua tim tidak bisa diremehkan, termasuk Brunei Darussalam dan Timor Leste. Mungkin di atas kertas kita unggul, tetapi di lapangan bisa berbeda karena semua tim siap bermain dan siap mengalahkan Indonesia,” ujar Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Ropan, melalui kanal YouTube iNews.

Ropan menambahkan, materi pemain yang merata dan nama besar bukan jaminan kemenangan, terutama pada laga perdana turnamen. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum awal untuk membangun kepercayaan diri dan ritme permainan yang stabil.

Laga Perdana Selalu Krusial

Menurut Ropan, pertandingan pertama selalu menjadi ujian tersendiri bagi sebuah tim, terlepas dari kualitas skuad yang dimiliki. Laga awal bisa menentukan psikologi tim sepanjang turnamen.

“Makanya kita harus tetap fokus. Walaupun materi pemain kita lebih bagus dibandingkan Kamboja, pertandingan pertama itu selalu krusial. Jika bisa melewati laga awal dengan baik, itu akan menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh,” kata Ropan.

Ia menekankan, persaingan ketat di Grup A menuntut Rizky Ridho dkk. untuk menjaga konsentrasi penuh agar peluang lolos ke fase gugur tetap terbuka. Kesalahan sekecil apa pun bisa dimanfaatkan lawan untuk mencuri poin penting.

Fokus pada Target Realistis

Ropan juga mengingatkan agar Timnas Indonesia memasang target yang realistis. Menurutnya, fokus utama seharusnya diarahkan untuk memastikan tempat di semifinal, sebelum berpikir lebih jauh mengenai juara.

“Semoga kita mendapatkan hasil yang bagus dan bisa, paling tidak, membidik semifinal dulu. Jangan terlalu jauh ke final. Dua teratas Grup A dan dua teratas Grup B yang akan lolos, itu yang harus diamankan,” ujarnya.

Sejak pertama kali digelar pada 1996 dengan nama Piala Tiger, Indonesia belum pernah merasakan gelar juara. Hal ini membuat setiap edisi turnamen selalu menjadi sorotan dan tekanan tersendiri bagi Timnas.

John Herdman dan Harapan Baru

Di bawah asuhan John Herdman, pelatih asal Inggris yang sebelumnya membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022, publik menaruh harapan tinggi agar Timnas Indonesia bisa mematahkan kutukan runner-up yang telah menghantui selama puluhan tahun. Herdman dinilai mampu menghadirkan pendekatan modern, disiplin taktik, dan mental juara yang dibutuhkan skuad Garuda.

Meskipun Piala AFF 2026 bukan bagian dari kalender resmi FIFA, turnamen ini tetap memiliki nilai strategis dan emosional. Hasil di level Asia Tenggara sering dijadikan tolok ukur perkembangan sepak bola nasional, serta menjadi barometer kesiapan menghadapi kompetisi di level Asia.

Ropan menilai, kesempatan Indonesia untuk mengukir sejarah tetap terbuka, asalkan tim mampu mengeksekusi strategi dengan disiplin dan menghindari kesalahan yang merugikan.

“Kalau ditanya apakah kita bisa menang, saya rasa bisa. Tetapi semua itu tergantung kesiapan mental, konsistensi permainan, dan fokus sejak laga perdana. Grup ini menantang, jadi semua tim harus dihormati,” pungkas Ropan dengan nada optimistis.

Kesimpulan

Timnas Indonesia menghadapi ujian penting di Piala AFF 2026, dimulai dengan laga pembuka melawan Kamboja. Meskipun secara kualitas skuad lebih unggul, faktor motivasi lawan, pengalaman, dan tekanan turnamen bisa menjadi batu sandungan jika Garuda lengah.

Target realistis untuk menembus semifinal dianggap langkah bijak sebelum membidik juara. Dengan persiapan matang dan disiplin tinggi di bawah arahan John Herdman, Timnas Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk mengukir sejarah di pentas regional.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE