Kejutan besar datang dari bursa transfer musim dingin Eropa. Raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk merekrut kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, pada jendela transfer Januari 2026. Kabar ini langsung menyedot perhatian publik sepak bola, baik di Belanda maupun Indonesia.
Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui laporan surat kabar ternama Belanda, Algemeen Dagblad, pada Selasa malam (27/1/2026). Media itu menyebut Ajax dan FC Dallas telah sepakat terkait kepindahan Paes, yang saat ini masih terikat kontrak bersama klub Major League Soccer (MLS) tersebut hingga akhir 2026.
Maarten Paes disebut akan menandatangani kontrak berdurasi tiga setengah tahun bersama Ajax. Kepindahan ini menandai kembalinya sang kiper ke Belanda setelah beberapa musim berkarier di Amerika Serikat.
Nilai Transfer Maarten Paes Jadi Sorotan
Seiring dengan kabar kesepakatan tersebut, nilai transfer Maarten Paes langsung menjadi perbincangan hangat. Jurnalis transfer SoccerNews, Mounir Boualin, melaporkan bahwa Ajax harus mengeluarkan dana sebesar 1,2 juta euro untuk memboyong kiper berusia 27 tahun itu dari FC Dallas.
Jika dikonversi, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp24 miliar. Nominal tersebut sejatinya bukan angka besar bagi klub sekelas Ajax. Namun, sorotan tajam justru datang dari media Belanda yang menilai Ajax membayar terlalu mahal untuk seorang penjaga gawang yang tidak diproyeksikan sebagai pilihan utama.
Klaim Media Belanda: Ajax Terlalu Mahal Membayar Paes
Media Belanda FootballTransfers edisi Kamis (29/1/2026) melontarkan klaim mengejutkan. Dalam laporannya, media tersebut menyebut Ajax sebagai pihak yang dirugikan dalam proses transfer Maarten Paes.
Menurut FootballTransfers, Ajax harus membayar sekitar 1,25 juta euro kepada FC Dallas. Angka itu dinilai melebihi estimasi nilai pasar sang pemain. Berdasarkan data mereka, Estimasi Nilai Transfer Maarten Paes hanya berada di kisaran 900 ribu euro atau sekitar Rp18 miliar.
“Dengan biaya transfer sebesar 1,25 juta euro, tampaknya Ajax pada dasarnya telah ditipu oleh FC Dallas,” tulis FootballTransfers dalam laporannya.
Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Belanda. Sebagian menilai Ajax terlalu tergesa-gesa karena kondisi darurat di posisi penjaga gawang, sementara lainnya menganggap pengalaman Paes tetap layak dihargai lebih tinggi.
Krisis Kiper Jadi Alasan Ajax Bergerak Cepat
Di balik kontroversi nilai transfer, Ajax memang tengah menghadapi masalah serius di posisi penjaga gawang. Kiper senior Remko Pasveer telah meninggalkan klub dan bergabung dengan Heracles Almelo.
Sementara itu, Vitezslav Jaros yang berstatus pemain pinjaman dipastikan kembali ke Liverpool setelah musim ini berakhir. Situasi tersebut membuat Ajax harus segera mencari solusi jangka pendek sekaligus menengah.
Maarten Paes dianggap sebagai opsi realistis karena pengalamannya bermain di level kompetitif, baik di Eredivisie maupun MLS. Meski demikian, Ajax disebut masih akan mencari satu kiper utama lain untuk mengisi posisi nomor satu.
Paes Diproyeksikan Bukan Kiper Utama
Pengamat sepak bola Belanda sekaligus reporter ESPN, Cristian Willaert, turut memberikan pandangannya soal peran Maarten Paes di Ajax. Ia menilai Paes kemungkinan besar tidak akan langsung menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.
“Saya rasa dia tidak akan menjadi kiper nomor satu Ajax. Mereka akan melihatnya sebagai opsi kedua yang berpengalaman, di belakang kiper utama baru yang masih akan mereka datangkan,” ujar Willaert dalam program Tekengeld.
Pandangan tersebut semakin menguatkan anggapan bahwa nilai transfer Paes menjadi perdebatan, mengingat perannya lebih condong sebagai pelapis berpengalaman ketimbang bintang utama.
Kembali ke Belanda Setelah Petualangan di Amerika
Kepindahan ke Ajax akan menandai kembalinya Maarten Paes ke Belanda. Ia memulai karier profesionalnya di NEC Nijmegen pada 2016 sebelum pindah ke FC Utrecht pada 2018.
Pada 2022, Paes membuat keputusan mengejutkan dengan hijrah ke Amerika Serikat dan bergabung dengan FC Dallas. Selama empat musim di MLS, ia tampil konsisten dan menjadi salah satu kiper andalan klub.
Kini, pintu kembali ke Eredivisie terbuka lebar. Ajax hampir pasti menjadi klub yang membawa Paes pulang ke tanah kelahirannya, sekaligus memberinya kesempatan bermain di level tertinggi Eropa.
Faktor Jordi Cruyff dan Timnas Indonesia
Kepindahan Maarten Paes ke Ajax juga disebut tidak lepas dari pengaruh figur-figur penting di balik layar. Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff, yang juga menjabat sebagai penasihat PSSI, diyakini memahami betul kualitas Paes.
Selain itu, ada pula pengaruh Denny Landzaat, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia di era Patrick Kluivert. Koneksi ini membuat Ajax memiliki gambaran jelas tentang kemampuan Paes, yang telah mencatatkan 10 penampilan bersama Timnas Indonesia.
Bagi Paes, kepindahan ini bukan sekadar transfer klub. Ini adalah langkah besar dalam kariernya, sekaligus peluang untuk membuktikan diri di salah satu klub paling bergengsi di Eropa, meski harus memulai dari peran yang tidak langsung menjadi pusat sorotan.
BACA JUGA :












